Teori Harga : Pasar Tidak Sempurna ( Imperfect Competity )

Posted: April 20, 2012 in Tugas Kampus
Tag:, ,

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Di semua perekonomian pasar, sebagian industri mengandung unsur persaingan tidak sempurna yang cukup besar. Jenis utama dari persaingan tidak sempurna, yaitu persaingan monopolistik,monopoli dan oligopoli.

 

Jika suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar produknya, maka perusahaan itu digolongkan sebagai “pesaing tidak sempurna”. Persaingan tidak sempurna berlaku dalam suatu industri,apabila masing-masing penjual mempunyai pengendalian terhadap harga produknya. Meskipun demikian, persaingan tidak sempurna tidak mengatakan secara langsung bahwa suatu perusahaan mempunyai pengawasan mutlak terhadap harga produknya.

 

Perlu diperhatikan bahwa eksistensi dari persaingan tidak sempurna tetap tidak dapat menghindari timbulnya persaingan ketat di pasaran. Para pesaing tidak sempurna sering bersaing untuk meningkatkan pangsa pasar.

 

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud Monopoli?
  2. Bagaimana ciri, faktor dan maksimalisasi laba dalam monopoli?
  3. Apa yang dimaksud Oligopoli?
  4. Apa saja unsur oligopoli dan bagaimana keseimbangan oligopoli?
  5. Apa yang dimaksud persaingan monopolistik?
  6. Bagaimana sifat,ciri dan permintaan persaingan monopolistik?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1. MONOPOLI

 

Monopoli adalah struktur pasar yang ditandai oleh adanya seorang produsen tunggal. Suatu perusahaan yang monopolistik secara serentak bisa menentukan harga produk dan jumlah outputnya. Bagi sebuah monopoli adalah mungkin untuk memperoleh laba di atas normal, bahkan dalam jangka panjang sekalipun.

 

Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual, tidak ada substitusi produk yang mirip (close substitute), dan terdapat hambatan masuk ( barriers to entry) ke pasar. Monopolis  adalah penentu harga (price maker) di pasar.

 

Walaupun monopoli sangat jarang terjadi, tetapi masih tetap penting untuk ditelaah secara mendalam. Banyak hubungan-hubungan ekonomi yang ada dalam monopoli bisa digunakan untuk mengestimasi perilaku optimal perusahaan secara kurang tepat, tetapi lebih lazim, yaitu sebagian pada struktur pasar persaingan dan sebagian pada struktur pasar monopolistik yang mendominasi dunia nyata. Selain itu, suatu pemahaman yang mendalam tentang hubungan-hubungan dalam pasar monopoli memberikan landasan yang diperlukan untuk menelaah “ekonomi pengaturan” (economics of regulation), suatu topik penting bagi para manajer dunia bisnis.

 

2.1.1. Ciri-Ciri Pasar Monopoli

  1. Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan
  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
  3. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri
  4. Dapat mempengaruhi penentuan harga
  5. Promosi iklan kurang diperlukan

 

 

2.1.2. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Monopoli

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya monopoli adalah :

(1). Memiliki bahan mentah strategis atau pengetahuan teknis produksi yang spesifik.

(2). Hak paten produk atau proses produksi.

(3). Terdapat skala ekonomis.

(4). Pemberian Hak Monopoli oleh  Pemerintah melalui peraturan pemerintah

2.1.3. Maksimalisasi Keuntungan

Pada pendekatan marjinal, keuntungan maksimum akan diperoleh pada tingkat output di mana  penerimaan marjinal (marginal Revenue, MR) sama dengan biaya marjinal (marginal cost, MC), atau MR= MC, dan kemiringan kurva MR lebih kecil lebih kecil dari kurva MR. Apabila MR dan MC tidak sama akan mengakibatkan tambahan penerimaan akan berbeda dengan tambahan biaya. Ada dua kemungkinan, yaitu: Pertama, Apabila MR > MC, maka maka tambahan memproduksi satu-satuan output akan memberikan tambahan keuntungan karena tambahan penerimaan lebih besar dari tambahan biaya, dan kedua, apabila MR < MC maka tambahan memproduksi satu-satuan output akan mengurangi keuntungan karena tambahan penerimaan lebih kecil dari tambahan biaya.

 

 

 

2.2. OLIGOPOLI

Pada Pasar oligopoli  jumlah perusahaan yang menguasai pasar lebih dari dua tetapi tidak banyak (oligos = sedikit)  sehingga tindakan dari pengusaha yang satu akan mempengaruhi kebijakan dari pengusaha lainnya.

 

Apabila produk yang dihasilkan oleh pengusaha oligopoli  homogen maka pasar dinamakan oligopoli murni ( pure oligopoly)  dan apabila produk yang dihasilkan tidak homogen maka dinamakan  oligopoli yang dibedakan (differentiated oligopoly). .

Struktur pasar atau industri oligopoly (oligopoly) ialah pasar (industri) yang terdiri dari hanya sedikit perusahaan (produsen). Setiap perusahaan memiliki kekuatan (cukup) besar untuk memengaruhi harga pasar. Produk dapat homogeny atau terdiferensiasi. Perilaku setiap perusahaan akan memengaruhi perilaku perusahaan lainnya dalam industry. Struktur pasar oligopoly sering kali terlacak sebagai akibat adanya halangan suatu halangan masuk tertentu, seperti economies of scale, larangan legal, merek yang kuat melalui iklan bertahun-tahun, atau biasa juga kendali atas adanya sumberdaya penting.

2.2.1. Ciri-ciri pasar oligopoli :

  1. Hanya ada beberapa perusahaan saja yang memproduksi barang-barang manufaktur untuk keperluan masyarakat.
  2. Produk yang dijual bersifat homogen atau variasi dari jenis merk yang sama.
  3. Secara teknologi kedudukan oligopoli dapat juga timbul, jika sebuah industri atau perusahaan memiliki tingkat teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan perusahaan yang lain.

2.2.2. Sifat-sifat oligopoly

  • Harga produk relative sama
  • Perbedaan produk merupakan kunci sukses
  • Sulit masuk pasar, karena butuh sumber daya yang cukup besar
  • Perubahan harga akan di ikuti perusahaan lainnya

2.2.3. Faktor-faktor Penyebab terbentuknya Pasar Oligopoli

a. Efisiensi Skala Besar

Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin, umumnya berstruktur oligopoly. Tekhnologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru tercapai bila output diproduksi dalamskala sangat besar. Keadaan diatas merupaka hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika dalam pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen.

 

b. Kompleksitas Manajemen

Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna, monopoli,dan pasar monopolistik), struktur pasar oligopoli ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan juga harus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan dari perusahaan pesaing. Karena dalam industri oligopoli, kemampuan keungan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam industri. Perusahaan juga harus mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu bertahan dalam struktur industry yang persaingannya lebih kompleks. Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut, sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.

2.2.4. Keseimbangan Oligopoly

Perusahaan yang bergerakdalam pasar oligopoly disebut oligopolis (oligopolist). Sebagai produsen, keseimbangan terjadi bilalaba maksimum tercapai. Analisis keseimbangan oligopoly tidak menekankan dimensi waktu, melainkan kompetisi. Perusahaan seimbang atau tidak bukan saja dilihat dari kemampuan mengatur output dan harga, tetapi juga kemampuan memprediksi prilaku pesaing. Karena itu oligopolies akan mencapai keseimbangan jika perusahaan dapat melakukan apa yang dapat dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk mengubah jumlah output dan harga. Demikian juga dengan para pesaing. Begitu kompleksnya situasi dalam pasar oligopoly, sehingga para ekonomi mengembangkan beberapa model untuk menganalisi perilaku oligopolis.

 

2.3. PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.

Bentuk Teori Pasar persaingan monopolistik (monopolisic competition) dikembangkan karena ketidak puasan terhada daya analisis model persaingn sempurna (perfect competition) maupun monopoli. Struktur pasar persaingan monopolistuk hampir sama dengan persaingan sempurna. Didalam Industri terdapat banyak perusahaan yang bebas keluar masuk. Namun produk yang di hasilkan tidak homogen, melainkan terdiferensiasi (differentiated product). Namun perbedaan barang antara satu poduk (merek) dengan produk (merek) yang lain tidak terlalu besar. Diferensiasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga. Walaupun demikian output yang dihasilkan sangat mungkin saling menjadi substitusi. Perusahaan memiliki kemampuan monopoli yang relatif terbatas/kecil, contohnya seperti toko obat, toko persewaan video, pom bensin pertamina.

Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.

2.3.1. Sifat-sifat Monopolistik

  • Untuk unggul di perlukan keunggulan persaingan yang berbeda
  • Mirip dengan persaingan sempurna
  • Produsen atau Penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
  • Relatif keluar masuk pasar
  • citra perusahaan.

2.3.2. Ciri-ciri sifat persaingan yang monopolistik

  1. Selalu ada sejumlah besar penjual dan pembeli di pasaran.
  2. Produksi barang dan jasa yang diperjualbelikan lazimnya bervariasi baik dalam merk, mutu, kampanye iklan yang dilakukan dan dampak-dampak psikologis yang berbeda-beda terhadap konsumen.
  3. perusahaan yang memasuki pasar mempunyai kemampuan kendali yang terbatas terhadap harga, karena dibandingkan dengan luasnya pasar yang harus dijangkau, perusahaan itu masuk kategori perusahaan sedang, namun mereka memproduksi aneka ragam barang yang tetap mampu menjangkau konsumen membeli barang-barang produksinya.
  4. Memasuki pasar persaingan monopolistik selalu mudah, namun sebelumnya memerlukan kampanye iklan yang luas dan besar biayanya.
  5. Selalu terbuka peluang yang sifatnya bukan persaingan dalam harga tetapi persaingan dalam diferensiasi jenis komoditi yang’ dihasilkan dan persaingan dalam kampanye iklan yang dilakukan untuk menarik minat konsumen sebanyak-banyaknya.
  6. kedudukan persaingan monopolistik akan membuka peluang pasar yang terbatas lingkup konsumennya, sehingga pencapaian laba tak sebesar seperti kedudukan yang mungkin bisa dicapai pada pasar persaingan bebas sempuma. Dalam pasar persaingan monopolistik masih juga tetap ada persaingan antara perusahaan, terutama dalam persaingan kampanye periklanan yang mencoba menarik sebanyak-banyaknya konsumen.
  7. Persaingan ini akan memacu perusahaan-perusahaan yang masuk dalam persaingan monopolistik untuk meningkatkan efisiensi mereka masing­ masing. Dampak yang timbul dari keadaan pasar persaingan monopolistik lazimnya mendekati keadaan pasar persaingan sempuma, dengan demikian harga-harga juga cenderung mendekati harga pokok produksi.

2.3.3. Permintaan Pasar Monopolistik

Permintaan dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun karena preferensi konsumen terhadap fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan tetapi, karena terdapat beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang langsung tersedia, maka permintaannya menjadi sangat elastis. Pada jangka pendek kemungkinan akan terjadi laba maksimum dan kerugian. Karena pada waktu yang relatif singkat tidak akan ada penambahan pesaing baru. Pada jangka pendek, keuntungan maksimum dicapai saat MR = MC sedangkan harga permintaan lebih besar dari biaya rata-rata. Segi empat PABC menunjukkan jumlah keuntungan maksimum yang daapat dinikmati oleh perusahaan. Sedangkan besarnya kerugian yang diderita digambarkan oleh kotak PABC di bawah. Kerugian yang diderita adalah kelebihan biaya yang dikeluarkan atau biaya total terhadap pendapatan. Kerugian dapat diminimumkan saat MR=MC. Dalam jangka panjang, akan semakin banyak perusahaan yang masuk ke pasar menjadi saingan dari perusahaan-perusahaan pendahulunya. Akibatnya, setiap perusahaan akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada berbagai tingkat harga.

BAB III

PENUTUP

 

3.1. Kesimpulan

 

Monopoli adalah struktur pasar yang ditandai oleh adanya seorang produsen tunggal. Suatu perusahaan yang monopolistik secara serentak bisa menentukan harga produk dan jumlah outputnya. Bagi sebuah monopoli adalah mungkin untuk memperoleh laba di atas normal, bahkan dalam jangka panjang sekalipun.

Monopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual, tidak ada substitusi produk yang mirip (close substitute), dan terdapat hambatan masuk ( barriers to entry) ke pasar. Monopolis  adalah penentu harga (price maker) di pasar.

Struktur pasar atau industri oligopoly (oligopoly) ialah pasar (industri) yang terdiri dari hanya sedikit perusahaan (produsen). Setiap perusahaan memiliki kekuatan (cukup) besar untuk memengaruhi harga pasar.

Persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya.

 

3.2. Saran

 

Struktur pasar merupakan bagian terpenting dalam pembahasan pengantar ekonomi mikro. Persaingan tidak sempurna merupakan salah satu bentuk pasar yang aplikasinya sangat memungkinkan kita dalam memahami dinamika pasar. Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna seperti Monopoli,Oligopoli,Persaingan monopolistik mempunyai teori dan aplikasi tersendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Klein,Grady.2011.Kartun Ekonomi: Mikroekonomi.Jakarta:Gramedia

Sukirno,sadono.2011.Mikroekonomi Teori Pengantar.Jakarta:Kencana

Samuelson,Paul A.2001.Ilmu Mikroekonomi.Jakarta:Media Global Edukasi

http://rahayu91.wordpress.com/2011/02/20/pasar-monopolistik-dan-oligopoly/

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s