Sistem Ekonomi Sosialisme

Posted: Desember 30, 2013 in Tugas Kampus
Tag:, , , , , ,

BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Sejak awal dikembangkannya ajaran liberalisme-kapitalisme telah mengundang berbagai reaksi yang kritis dari berbagai pihak. Reaksi tidak hanya dalam bentuk perdebatan secara teoritis, melainkan juga dalam bentuk gerakan politik.

Dibawah panji-panji kapitalisme (tahap awal) di Eropa, golongan borjuis mulai menguasai negara. Oleh kaum borjuis negara dijadikan sebagai kekuatan dan alat pemaksa untuk mengatur organisai ekonomi-politik dan kemasyarakatan guna memenuhi berbagai kepentingan mereka.

Tentu tidak semua orang senang dengan apa yang dilakukan oleh kaum borjuis diatas. Mereka yang tidak senang ini kenudian berusaha melakukan balas dendam. Dibanyak pabrik para pekerja mengamuk dan melekukan pengrusakan terhadap pabrik dan mesin-mesin. Mereka melampiaskan rasa tidak senang mereka karena ditindas oleh kaum borjuis yang hanya mementingkan diri mereka saja, dan tidak peduli dengan nasib kaum proletar.

Kondisi rakyat dibawah kaum borjuis dapat diikuti dari buku”England green and pleasant land” yang di tulis oleh William Blake ( 1775-1827 ). Buku tersebut berisi sindiran sangat pahit tentang akibat-akibat yang ditimbulkan oleh liberalisme-kapitalisme bagii masyarakat Inggris. Dalam buku dikisahkan tentang masa lalu inggris yang indah, damai, setiap orang hidup harmonis didaerah-daerah yang hijau subur. Kemudian keadaan berubah seratus delapan puluh derajat setelah dikembangkannya ajaran liberalisme-kapitalisme oleh pemikir-pemikir klasik. Ajaran kapitalisme telah membawa masyaratkat kearah hidup yang penuuh persaingan dan perkelahian.

Sebagai wujud dari reaksi liberalism maka muncul pemikiran-pemikiran baru yang disebut sosialisme. Sosialisme muncul di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai reaksi dari perubahan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri. Revolusi industri ini memang memberikan keberkahan buat para pemilik pabrik pada saat itu, tetapi di lain pihak para pekerja justru malah semakin miskin. Semakin menyebar ide sistem industri kapitalis ini, maka reaksi dalam bentuk pemikiran-pemikiran sosialis pun semakin meningkat.

Diantara sekian banyak pakar sosialis, pandangan Karl heindrich marx  ( 1818-1883) dianggap paling berpengaruh. Dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir ekonomi yang mengakui bahwa argumentasi Marx sangat dalam dan luas. Teori-teorinya tidak hanya didasarkan atas pandangan ekonomi saja, tetapi juga melibatkan moral, etika, social, politik, sejarah, falsafah dan sebagainya.

 

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa pengertian sistem ekonomi sosialis?
    2. Bagaimana latarbelakang pemikiran ekonomi sosialis?
    3. Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi sosialis?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN SISTEM EKONOMI SOSIALIS

Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.

Pendapat Brinton dalam buku Perkembangan Pemikiran Ekonomi karya —-Sosialisme oleh sementara orang juga diartikan sebagai bentuk perekonomian yang pemerintahannya paling kurang bertindak sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga masyarakat. Pemerintah juga sebagai pihak yang menasionalisasikan industry-industri besar seperti pertambangan, jalan-jalan dan jembatan, kereta api serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut hajat hidup orang-orang banyak. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan semua alat-alat produksi , termasuk yang didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara dan menghilangkan milik swasta.

B. SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI SOSIALIS

Pemikiran-pemikiran ekonomi beraliran sosialis secara garis besar dapat dipilih atas tiga kelompok:

  1. Dari kelompok pemikir sebelum Marx
  2. Pandangan Marx dan Engels
  3. Kelompok pemikir sosialis sesudah Marx

 

  1. Dari kelompok pemikir sebelum Marx

Aliran sosialisme sebelum Marx lebih bersifat utopis dan kelompok pemikir yang mencoba merealisasikan gagasan-gagasan mereka dengan membentuk komunitas-komunitas bersama.

Tokoh sosialis-utopis yang paling terkenal adalah Sir Thomas More (1478-1535). Bahkan , istilah ‘sosialis-utopis’ diberikan karena More pernah menulis tentang sebuah ‘negara impian’ dalam sebuah tulisannya yang sangat terkenal: ‘utopia’. Buku Utopia ditulis pertama kali dalam bahasa latin di Belgia tahun 1516 , dan diterjemahkan ke dalam bahasa inggris tahun 1551. Dalam buku tersebut More menjelaskan bahwa di sebuah pulau khayal bernama utopia yang dapat juga ditafsirkan sebagai sebuah negara , semua milik merupakan milik bersama. Semua orang tinggal dalam satu tempat bersama,makanan serta kebutuhan lainnya disediakan secara bersama-sama pula.

Tulisan-tulisan lain yang senada dengan Utopia-More cukup banyak, antara lain dapat dilihat dari karangan Thomasso Champanella (1568-1639) , Freanciss Bacon(1560-1626) dan James Hurrington.

Tulisan-tulisan para pemikir sosialis utopia diatas bersifat utopis , hanya mengkhayalkan bentuk suatu komunitas ideal. Di lain pihak ada tokoh-tokoh sosialis yang merealisasi cita-cita mereka dalam kanyataan. Di antaranya Robert Owen 91771-1858), Charles Fourier (1772-1837) dan Louis Blanc(1811-1882) dengan mendirikan komunitas-komunitas namun kebanyakan segera layu sebelum berkembang. Barulah di tangan Karl Marx, ide sosialisme mendapat ‘landasan ilmiah’, paling kurang menurut anggapan Marx sendiri.

  1. Pandangan Marx dan Engels

Diantara sekian banyak pakar sosialis , pandangan Karl Heindrich Marx (1818-1883) dianggap paling berpengaruh dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir ekonomi yang mengakui bahwa argumentasi Marx sangat dalam dan luas. Teori-teorinya tidak hanya didasarkan pada pandangan ekonomi saja, tapi juga melibatkan moral, etika, social , politik, sejarah, dan falsafah dan sebagainya.

Karl marx sangat benci dengan sistem perekonomian liberal yang digagas oleh Adam smith dan kawan-kawan. Argumen argumen yang disusun Marx dapat dilihat dari berbagai segi,baik dari sisi moral, sosiologi maupun ekonomi.

Salah satu buku yang ditulis Marx dan Engels yang sangat berpengaruh adalah Manifesto Komunis yang terbit tahun 1848 dan Das Kapital. Dalam buku Manifesto Komunis dapat diikuti bagaimana teori Marx tentang pertentangan kelas. Menurut Marx , sejarah segala masyarakat yang ada hingga sekarang pada hakikatnya adalah sejarah pertentangan kelas. ada masyarakat kelas kaya dan ada masyarakat kelas tak berpunya. Semua kelas-kelas masyarakat ini dianggap Marx timbul sebagai hasil dari kehidupan ekonomi masyarakat.

Marx juga mengemukakan tentang teori ‘Surplus Value’ dan penindasan buruh. Upah alami yang diterima oleh para buruh hanya cukup sekadar penyambung hidup secara subsisten , yaitu untuk memenuhi kebutuhan yang sangat pokok-pokok saja. Padahal , nilai dari hasil kerja para buruh jauh lebih besar dari jumlah yang diterima mereka sebagai nilai upah alami. Kelebihan nilai produktivitas kerja buruh atas upah alami yang disebut Marx sebagai nilai lebih (surplus value), dinikmati oleh para pemilik modal.

  1. Kelompok pemikir sosialis sesudah Marx

Pengaruh dari ajaran Marx dan Engels tersebut sangat luar biasa. Pada kuarter pertama abad ke-20 pemikiran-pemikiran Marx dan Engels dimodifikasi oleh Lenin. Dengan teori di atas Lenin mempunyai cukup alas an untuk melakukan revolusi di Rusia, yang dikenal dengan revolusi Bolshevik tahun 1917. Sementara itu , kaum Revisionis yang dipimpin oleh Bernstein dan Kautsky juga ingin melakukan perubahan-perubahan social. Akan tetapi bukan melalui revolusi kekerasan seperti yang dilaksanakan Lenin, melainkan secara damai.

Hingga pertengahan tahun 60-an muncul Aliran Kiri Baru (the New Left) secara sederhana , aliran kiri baru dapat diartikan sebagai kombinasi dari Marxisme-Leninisme Ortodoks dengan pemikiran-pemikiran radikal baru.

 

B.    SISTEM EKONOMI SOSIALIS (SOSIALISME)

Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.

Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme :
1.       Karena adanya revolusi industri
2.       Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh)
3.      Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat
4.      Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis

Karl Max merupakan tokoh pengkritik kapitalisme di eropa dan penggugah perlawanan kaum buruh terhadap kapitalisme, juga penulis wacana yang menjadi dasar pembentukan sistem ekonomi social
C.    CIRI-CIRI SISTEM EKONOMI SOSIALIS
1. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).

  • Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi belaka.
  • Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.

2. Peran pemerintah sangat kuat

  • Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
  • Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

  • Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
  • Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).

D.    PERBEDAAN SOSIALISME DAN KOMUNISME MENURUT MARX

Marx membedakan fase sosialisme dengan komunisme penuh atau lengkap. Dalam fase sosialisme, produktivitas masih rendah dan kebutuhan materi belum terpenuhi secara cukup. Sementara itu dalam fase komunisme penuh produktivitas sudah tinggi, sehingga semua kebutuhan materi sudah diproduksi secara cukup. Dengan begitu, perekonomian dapat memenuhi kebtuhan semua anggota masyarakat secara berkelimpahan.

Tentang hakikat manusia sebagai produsen dalam fase sosialisme manusia belum cukup menyesuaikan diri sehingga menjadikan kerja sebagai hakikat dan masih mementingkan insentif materi untuk bekerja. Pada tahap komunisme, kerja sudah menjadi hakikat. Semua pekerjaan dikerjakan dengan sukarela, kegembiraan dan efesien tanpa mengharapkan insentif langsung seperti upah yang merupakan produk sampingan dari kerja.

Sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme. Komunisme merupakan tahap akhir perkembangan masyarakat (The Six Major Historical Stages): primitive communism slaery feudalism, capitalism, sosialism dan full communism.
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
1.    Korea Utara
2.     Kuba
3.    Vietnam
4.     RRC (sudah mulai mengendur)

E.    PRINSIP DASAR SISTEM EKONOMI SOSIALIS

1.    Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2.    Kesamaan Ekonomi Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3.    Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.

F.    Kelebihan dan Kekurangan  Sistem Ekonomi Sosialis
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
  • Didasarkan oleh perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
  • Produksi dikelola oleh Negara. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.
  • Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
  • Pasar barang dalam negeri berjalan lancer
  • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
  • Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  • Jarang terjadi krisis ekonomi

Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Sulit melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.
  • Membatasi kebebasan. Sistem tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
  • Mengabaikan pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme.

2. Pemikiran-pemikiran ekonomi beraliran sosialis secara garis besar dapat dipilih atas tiga kelompok:

  • Dari kelompok pemikir sebelum Marx
  • Pandangan Marx dan Engels
  • Kelompok pemikir sosialis sesudah Marx

3.    Ciri – ciri sistem ekonomi sosialis :

  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
  • Peran pemerintah sangat kuat
  • Lebih mengutamakan kebersamaan ( kolektivisme )
  1. Kelebihan dan kebaikan sistem ekonomi sosialis :
  • Disediakannya kebutuhan pokok
  • Didasarkan oleh perencanaan Negara
  • Produksi dikelola oleh Negara
  1. Kelemahan sistem ekonomi sosialis
  • Mengabaikan pendidikan moral
  • Membatasi kebebasan
  • Sulit melakukan transaksi

 

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

Caporaso,A.James.2008.Teori Teori Ekonomi Politik.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Deliarnov.2005.Perkembangan Pemikiran Ekonomi.Jakarta:Grafindo

Grosmann, Gregory. 2001. Sistem-Sistem Ekonomi. Jakarta: Bumi Aksara.

www.wikipedia.id

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s